Archive for the INSPIRATIONAL Stories Category

Lessons of life

Posted in INSPIRATIONAL Stories on December 6, 2008 by alpha08

There was a man who had four sons. He wanted his sons to learn not to judge things too quickly. So he sent them each on a quest, in turn, to go and look at a pear tree that was a great distance away.The first son went in the winter, the second in the spring, the third in summer, and the youngest son in the fall. When they had all gone and come back, he
called them together to describe what they had seen.

The first son said that the tree! was ugly, bent, and twisted. The second son said no it was covered with green buds and full of promise. The third son disagreed; he said it was laden with blossoms that smelled so sweet and looked so beautiful, it was the most graceful thing he had ever seen.The last son disagreed with all of them; he said it was ripe and drooping with fruit, full of life and fulfillment.

The man then explained to his sons that they were all right, because they had each seen but only one season in the tree’s life. He told them that you cannot judge a tree, or a person, by only one season, and that the essence of who they are and the pleasure, joy, and love that come from that life can only be measured at the end, when all the seasons are up.If you give up when it’s winter, you will miss the promise of your spring, the beauty of your summer, fulfillment of your fall.

AlphaMan says:

” Don’t let the pain of one season destroy the joy of all the rest. Don’t judge life by one difficult season. Persevere through the difficult patches and better times are sure to come some time or later”

_________________
Terima kenyataan itu lebih baik dalam mencari kebenaran, demi sebuah ketenangan

cInta dan pErKaHwinaN mEnURut PlaTo

Posted in INSPIRATIONAL Stories on October 8, 2008 by alpha08
Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya boleh menemukannya?. Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh undur kembali, kemudian ambillah satu sahaja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, ertinya kamu telah menemukan cinta”  Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan sewaktu berjalan tidak boleh undur kembali (berbalik)”. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusedari bahawasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebaik ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya” Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya, itulah cinta”
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, “Apa itu perkahwinan? Bagaimana saya boleh menemukannya?” Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh undur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pokok saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pokok yang paling tinggi, kerana ertinya kamu telah menemukan apa itu perkahwinan” Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pokok. Pokok tersebut bukanlah pokok yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pokok itu biasa-biasa saja. Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pokok yang seperti itu?” Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pokok ini, dan kurasa tidaklah buruk sangat , jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya” Gurunyapun kemudian menjawab, “Dan ya, itulah perkahwinan”
CATATAN  :
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat diundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar undur. Terimalah cinta apa adanya.
____________ _________ _________ _________ _________ ________
Perkawinan adalah lanjutan dari Cinta. Ia adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, kerana, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
tHiS iS ThE sEcrEt Of tHE AlphaMan

Losing Is Winning

Posted in INSPIRATIONAL Stories on August 31, 2008 by alpha08

Suatu hari seorang guru hendak menumpang bas.
Pada saat dia menginjakkan kakinya ke tangga, salah
satu seliparnya terlepas dan jatuh ke jalan.

Lalu pintu tertutup dan bas mulai bergerak, sehingga
dia tidak sempat memungut selipar yang terlepas tadi. Si
guru itu dengan tenang melepaskan seliparnya yang
sebelah lagi dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yang duduk dalam bas melihat kejadian
itu, dan bertanya kepada si guru, “Aku
memperhatikan apa yang anda lakukan guru. Mengapa anda
melemparkan selipar anda yang sebelah juga ?” Si guru
menjawab, “Supaya siapapun yang terjumpa seliparku itu
nanti boleh memanfaatkannya.”

Si guru dalam cerita di atas memahami falsafah asas
dalam hidup iaitu – ‘jangan mempertahankan sesuatu
hanya kerana kamu ingin memilikinya atau kerana kamu
tidak ingin orang lain memilikinya”

Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup.
Kehilangan tersebut pada awalnya nampak seperti tidak
adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada
perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas bukan bermakna kita hanya boleh
kehilangan hal-hal yang tidak baik saja. Kadangkala, kita juga
kehilangan hal-hal yang baik. Ini semua dapat diertikan :
’supaya kita boleh menjadi dewasa secara emosional dan
spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan
mendapatkan sesuatu haruslah terjadi’

Seperti si guru tua dalam cerita, kita harus belajar
untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahawa
memang itulah saatnya si guru kehilangan
seliparnya. Mungkin saja peristiwa itu terjadi supaya
si guru nanti boleh mendapatkan sepasang selipar lain
yang lebih baik.

Satu selipar hilang. Dan selipar yang tinggal sebelah
tidak akan banyak bernilai bagi si guru. Tapi dengan
melemparkannya ke luar jendela, selipar itu akan
menjadi hadiah yang berharga bagi pengemis yang
memerlukannya.

Berkeras mempertahankannya tidak akan membuat kita atau
dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan
bila suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita,
atau bila saatnya kita merelakan untuk melepaskannya.

Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk
melepaskannya.

“There is no price on what you hold till it’s gone,
and it keeps moving on …

This is the Secret of the AlphaMan

Apa Alasan Anda Untuk Tidak BERSYUKUR

Posted in INSPIRATIONAL Stories on August 23, 2008 by alpha08

Jawab Ya atau Tidak untuk semua pertanyaan di bawah ini.

1. Lebih dari 700 juta orang di dunia kini dinilai United Nations (PBB) dalam
keadaan kelaparan. Apakah Anda memiliki banyak makanan untuk dimakan?
[Ya/Tidak]

2. Lebih dari 500 juta orang di dunia tidak memiliki rumah tetap. Adakah anda
mempunyai rumah tetap ? [Ya/Tidak]

3. Hanya 1 dari 7000 orang di dunia yang memiliki tv untuk
ditonton. Apakah Anda punya tv untuk menghiburmu? [Ya/Tidak]

4. Lebih dari 800 juta orang di dunia hanya memiliki satu
pakaian untuk dipakai. Lebih banyak dari itu tidak memiliki kasut,
tidak mempunyai selimut dan pakaian dalam. Apakah anda mempunyai cukup banyak
pakaian untuk dipakai? [Ya/Tidak]

5. Lebih dari 700 juta orang di dunia meninggal dunia setiap hari
kerana tiada doktor atau kemudahan perubatan. Jika anda sakit, apakah ada
doktor atau ubat-ubatan yang membantu anda sembuh? [Ya/Tidak]

6. Hanya 1 dari 8000 orang di dunia mempunyai peti sejuk dan dapur
gas di rumah. Apakah ada peti sejuk dan dapur gas di rumah anda? [Ya/Tidak]

7. Lebih dari 450 juta orang di dunia tidak memiliki radio,
tape atau CD Player. Apakah Anda memiliki semua benda tersebut atau
salah satunya? [Ya/Tidak]

8. Hanya 1 dari 750 anak di dunia memiliki kesempatan untuk
belajar membaca dan menulis. Apakah Anda memiliki kesempatan untuk
belajar membaca dan menulis? [Ya/Tidak]

09. Lebih dari 960 juta orang di dunia tidak pernah pergi ke
restoran/kedai makan. Apakah Anda termasuk diantara 960 juta orang
tersebut? [Ya/Tidak]

10. Apakah Alasan Anda Untuk Tidak BERSYUKUR dan BERBAGI Dengan Orang Lain??

The AlphaMan

Something Important

Posted in INSPIRATIONAL Stories on August 2, 2008 by alpha08

Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di tepi pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut (tapak sulaiman) dan melemparkannya kembali ke laut. Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya dengan hairan;

‘Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke laut?’. Tanyanya.

‘Kerana jika dibiarkan hingga matahari panas datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan mati kekeringan.’ Jawab anak itu.

‘Tapi pantai ini luas dan berbatu-batu panjangnya.’ Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. ‘Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh akan membawa makna yang besar.’ Lanjutnya penuh keraguan.

Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.

‘Saya yakin usahaku sungguh memiliki makna yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.’ Kata si anak itu.

————-

Kita seringkali teringin untuk melakukan sesuatu perkara yang besar, namun seringkali
kita lupa bahawa yang besar itu justeru sering dimulai dengan sesuatu yang KECIL.

This Is The Secret Of The AlphaMan

Secret Of Happiness – For Fayedoza

Posted in INSPIRATIONAL Stories on May 24, 2008 by alpha08
RAHSIA KEBAHAGIAAN

Seorang pemuda mendatangi seorang Guru, katanya

“Guru, saya sudah bosan hidup, benar-benar jenuh. Rumahtangga saya berantakan. Segala usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.”

Sang Guru tersenyum “Oh kamu sakit”.

“Tidak, Guru, saya tidak sakit. Saya sehat, hanya jenuh dengan kehidupan saya. Itu sebabnya saya ingin mati”.

Seolah-olah tidak mendengarkan penerangannya, sang Guru meneruskan
“Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama “Alergi Kehidupan”. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan”.

“Penyakitmu itu boleh disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku”, kata sang Guru.

“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi”, pemuda itu menolak tawaran sang Guru.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”, tanya sang Guru.

“Ya, memang saya sudah bosan hidup”, jawab pemuda itu lagi.

“Baiklah. Kalau begitu besok petang kamu akan mati. Ambillah botol racun ini…
Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok petang jam 6. Maka esok jam 8 malam kau akan mati dengan tenang” jawab Guru.
“Tetapi setelah kamu minum setengah yang pertama, kamu harus berbuat baik dan menolong semua orang dan tidak boleh marah, agar racun ini dapat bekerja dengan baik dan kamu mati dengan tenang”.

Kini giliran pemuda itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang dia temui berusaha untuk memberikan semangat hidup. Namun Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.
Tetapi kerana dia memang sudah betul-betul sudah jenuh, dia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, dia langsung menghabiskan setengah botol racun yang diberikan oleh Guru tadi. Lalu ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal satu malam dan satu hari lagi ia akan mati. Ia akan terbebas dari segala macam masalah!

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran terkenal. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam teraknirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium isterinya dan berbisik,
“Sayang, aku mencintaimu”. Sekali lagi, kerana malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, setelah bangun tidur, ia membuka jendela bilik dan melihat keluar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya, dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan isterinya masih tertidur. Tanpa membangunkan isterinya, ia masuk dapur dan membuat dua cawan kopi. Satu untuk dirinya dan satu lagi untuk isterinya. Kerana pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang isteripun merasa aneh sekali dan berkata,
“Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini mungkin aku salah. Maafkan aku sayang”.

Di pejabat, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Staffnya pun bingung,
“Hari ini Bos kita aneh ya?”
Dan sikap merekapun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena hari itu adalah hari terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai pendapat-pendapat orang lain. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 petang, ia menemukan isterinya menunggu di depan pintu. Kali ini justeru sang isteri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata,
“Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu menyusahkanmu”.
Anak-anakpun tidak ingin ketinggalan,
“Ayah maafkan kami semua. Selama ini ayah selalu tertekan karena perilaku kami”.

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia ingin membatalkan niatnya untuk bunuh diri, tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum petang sebelumnya?
Tanpa membuang masa, ia segera menemui sang Guru lagi.

Melihat wajah pemuda itu, rupanya sang Guru sudah mengetahui apa yang telah terjadi dan langsung berkata,
“Buang saja botol itu. Isinya Cuma air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau benar-benar “hidup” dengan kesedaran bahwa maut dapat menjemputmu bila-bila saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupanmu. Leburlah “EGO”mu, keangkuhanmu, kesombonganmu! Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupanmu. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahsia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan”.

Pemuda itu mengucapkan terima kasih dan menyalami sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam dan hari sebelumnya. Konon ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa lagi untuk selalu “Hidup”.
Itulah sebabnya ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!


Pesan moral dari cerita tadi:

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian tanpa disedari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus, sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo.
Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumahtangga pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatanpun tidak selalu rukun. Apa sebenarnya yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyedari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

INGATLAH,
Semua yang kita perbuat kepada orang lain adalah yang kita tabur!
Semua yang kita dapatkan dari orang lain adalah yang kita tuai!
Maka kalau kita ingin diperlakukan dengan hormat, dengan sopan, dengan baik, maka perlakukanlah orang lain dengan hormat, sopan dan baik pula!
Kalau kita ingin orang lain memperhatikan kita, maka kitapun harus memperhatikan orang lain. Kalau ingin pendapat kita didengarkan, maka dengarkan dulu pendapat orang lain!
Kalau anda hendakkan kebahagiaan, adalah lebih baik kita menggembirakan orang lain. Kata2 hikmat mengatakan
“Jika anda bersedih, hiburlah orang yang lebih bersedih, maka kesedihan anda akan hilang’

“I don’t know what your destiny will be, but one thing I do know: the only ones among you who will be really happy are those who have sought and found how to serve others”
“When we feel love and kindness toward others, it not only makes others feel loved and cared for, but it helps us also to develop inner happiness and peace”

The best way to cheer yourself up is to try to cheer somebody else up. ~Mark Twain

Wishing U a Happiness

The Secret Of AlphaMan

Inspirational Story

Posted in INSPIRATIONAL Stories on May 21, 2008 by alpha08

Hospital Window??

Two men, both seriously ill, occupied the same hospital room.

One man was allowed to sit up in his bed for an hour each afternoon to help drain the fluid from his lungs.
His bed was next to the room’s only window.

The other man had to spend all his time flat on his back.

The men talked for hours on end. They spoke of their wives and families, their homes, their jobs, their involvement in the military service, where they had been on vacation.

Every afternoon when the man in the bed by the window could sit up, he would pass the time by describing to his roommate all the things he could see outside the window.

The man in the other bed began to live for those one hour periods where his world would be broadened and enlivened by all the activity and color of the world outside.

The window overlooked a park with a lovely lake. Ducks and swans played on the water while children sailed their model boats. Young lovers walked arm in arm amidst flowers of every color and a fine view of the city skyline could be seen in the distance.

As the man by the window described all this in exquisite detail, the man on the other side of the room would close his eyes and imagine the picturesque scene.

One warm afternoon the man by the window described a parade passing by.

Although the other man couldn’t hear the band – he could see it. In his mind’s eye as the gentleman by the window portrayed it with descriptive words.

Days and weeks passed.

One morning, the day nurse arrived to bring water for their baths only to find the lifeless body of the man by the window, who had died peacefully in his sleep. She was saddened and called the hospital attendants to take the body away.

As soon as it seemed appropriate, the other man asked if he could be moved next to the window. The nurse was happy to make the switch, and after making sure he was comfortable, she left him alone.

Slowly, painfully, he propped himself up on one elbow to take his first look at the real world outside. He strained to slowly turn to look out the window beside the bed.

It faced a blank wall.

The man asked the nurse what could have compelled his deceased roommate who had described such wonderful things outside this window.

The nurse responded that the man was blind and could not even see the wall.

She said, “Perhaps he just wanted to encourage you.”

I WONDER…..

There is tremendous happiness in making others happy, despite our own situations.

Shared grief is half the sorrow, but happiness when shared, is doubled.

If you want to feel rich, just count all the things you have that money can’t buy.

The Secret of the AlphaMan